Kajian Islami
Trending

Khutbah Jumat 9 Januari 2026, Dosa yang Kita Anggap Biasa, Tapi Dibenci Allah

(KHUTBAH PERTAMA)
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ،  وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا  مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ : فَيَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ : اِتَّقُوا اللهَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Melaksanakan semua perintah-Nya dan meninggalkan serta menjauhi semua larangan-Nya, karena hanya dengan iman dan takwa, hidup kita akan selamat di dunia dan akhirat.

Segala puji bagi Allah…, Allah yang Maha Penyantun, Allah yang Maha Menutup aib,
Allah yang tidak langsung menghukum, padahal dosa kita sering berulang dan dianggap ringan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad  Saw,
Nabi yang paling takut kepada Allah, padahal beliau adalah manusia yang paling suci dosanya.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Hari ini izinkan saya mengajak diri saya sendiri dan jamaah sekalian untuk merenung dengan tenang…, bukan untuk menghakimi siapa pun, bukan untuk menuding siapa pun, tetapi untuk menyentuh hati kita sendiri.

Ada dosa-dosa yang ketika disebut, kita langsung takut: zina, mencuri, membunuh. Namun ada juga dosa-dosa yang kita lakukan hampir setiap hari, kita anggap sepele, kita anggap biasa, padahal dosa itulah yang sangat dibenci Allah. Karena dosa yang dianggap biasa pelan-pelan mematikan hati.

Allah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an:
وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ
Kalian menganggapnya ringan, padahal di sisi Allah ia sangat besar.”(QS. An-Nur: 15)

Ayat ini turun tentang dosa lisan. Tentang ucapan. Tentang sesuatu yang keluar dari mulut tanpa kita pikirkan panjang.
Berapa banyak dosa yang lahir bukan dari perbuatan besar, tetapi dari lisan yang tidak dijaga?

Jamaah Jum’at Yang dimuliakan Allah …

Ghibah sering kita anggap biasa. Membicarakan orang, mengomentari, membahas kekurangan orang lain.

Padahal Rasulullah Saw bersabda:
أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ ؟ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ
Tahukah kalian apa itu ghibah? Yaitu engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia tidak suka.” (HR. Muslim)

Dan Allah menggambarkan ghibah dengan gambaran yang sangat mengerikan:
أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا
Apakah ada di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang telah mati?” (QS. Al-Hujurat: 12)

Namun anehnya…, kita jijik dengan bangkai, tapi tidak jijik dengan ghibah.
Saudaraku…, Bohong kecil sering kita anggap wajar.“Cuma bercanda.”“Sedikit saja.”“Tidak merugikan siapa-siapa.”
Padahal Rasulullah Saw bersabda:
إِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ
Sesungguhnya dusta itu menuntun kepada dosa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dusta kecil membuka pintu dusta besar.Dan lama-lama hati tidak lagi merasa bersalah.
Imam Hasan Al-Bashri Hafizahullah, seorang tabi’in besar, berkata: “Seorang mukmin melihat dosanya seperti berada di bawah gunung, sedangkan orang yang lalai melihat dosanya seperti lalat yang lewat di hidungnya.”

Inilah bahaya dosa yang dianggap biasa: bukan karena besarnya, tapi karena kita tidak lagi merasa takut.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Menunda shalat juga sering kita anggap biasa. Masih ada waktu. Masih bisa nanti. Masih sempat. Padahal shalat adalah pertemuan kita dengan Allah. Dan Allah tidak pernah menunda memberi kita nikmat.
 
Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata:
لا حَظَّ فِي الْإِسْلَامِ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ
Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meremehkan shalat.”
Meremehkan bukan berarti meninggalkan total, tetapi tidak menaruh shalat pada tempat yang semestinya. “Dosa kecil yang terus dilakukan tanpa penyesalan bisa lebih berbahaya daripada dosa besar yang ditangisi.” Karena dosa besar sering membuat orang takut dan bertaubat, sedangkan dosa kecil yang dianggap biasa membuat hati mati perlahan.

Hadirin yang dirahmati Allah…

Allah tidak langsung menghukum kita bukan karena Allah ridha, tetapi karena Allah memberi kesempatan. Allah Maha Lembut, tetapi jangan pernah meremehkan murka-Nya. Rasulullah Saw bersabda:
إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ
Hati-hatilah kalian dari dosa-dosa kecil.” (HR. Ahmad)

Karena dosa kecil yang dikumpulkan bisa menghancurkan seseorang.

Saudaraku…, Bukan dosa besar yang paling kita takuti hari ini,tetapi hati yang tidak lagi merasa berdosa.Ketika maksiat tidak lagi membuat kita gelisah. Ketika dosa tidak lagi membuat kita menangis. Ketika nasihat tidak lagi menyentuh hati. Itulah tanda hati mulai mengeras.Namun kabar baiknya…, selama hati masih mau mendengar, selama dada masih terasa sesak saat diingatkan, pintu taubat masih terbuka.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Mari kita pulang hari ini dengan satu tekad sederhana: bukan menjadi orang paling suci, tetapi menjadi orang yang paling jujur mengakui dosa. Menangis jika mampu, menyesal jika sadar, dan berhenti meremehkan dosa sekecil apa pun.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita yang kita anggap kecil maupun yang kita sadari besar. Ya Allah bersihkanlah hati kami dari sikap meremehkan maksiat. Lembutkanlah hati kami agar peka terhadap dosa dan cepat bertaubat. Jagalah lisan, pandangan, dan langkah kami dari perbuatan yang Engkau benci.

Terimalah taubat kami sebelum dosa-dosa itu mengeras di hati kami. Dan akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah dan kumpulkanlah kami bersama orang-orang yang bertaubat dan yang Engkau cintai. Aamiin ya robbal ‘alamin
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

(KHUTBAH KEDUA)
 اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا اَمَرَ، أَشْهَدُ اَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِرغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ، أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ  …….. إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الْجُمُعَةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا : إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكَانُوْا بِهِ يَعْدِلُوْنَ، سَادَاتِنَا أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ سَائِرِ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، اَللّٰهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ المُسْلِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ أَهلِكِ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى وَالْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، اَللّٰهُمَّ اَمِنَّا فِى دُوْرِنَا، وَأَصْلِحْ وُلاَةَ أُمَوْرِنَا، وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلاَيَتَنَا فِمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الغَلاَءَ وَالوَبَاءَ والرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ المُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ…… إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ…

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button