
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ : فَيَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ : اِتَّقُوا اللهَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia-Nya. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi SAW beserta keluarganya, sahabatnya serta pengikutnya hingga akhir zaman.
Selanjutnya marilah kita meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Waktu berjalan begitu cepat. Hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Dan tanpa terasa… Ramadhan semakin dekat. Bulan yang selalu kita tunggu. Bulan yang selalu kita rindukan. Bulan yang penuh ampunan, penuh keberkahan, dan penuh rahmat.
Namun pertanyaannya hari ini bukan: “Ramadhan tinggal berapa hari lagi?”
Tetapi: “Sudahkah hati kita siap menyambutnya?”
Rasulullah ﷺ begitu bergembira menyambut Ramadhan. Beliau bersabda:
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
“ Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Di dalamnya pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa terhalang dari kebaikannya, sungguh ia telah terhalang dari kebaikan yang besar.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
Jamaah yang dirahmati Allah…
Bayangkan… Pintu surga dibuka. Pintu neraka ditutup. Setan dibelenggu. Malam lebih baik dari 83 tahun ibadah.
Tetapi… bagaimana jika hati kita tetap lalai? Bagaimana jika Ramadhan datang… tapi kita tidak berubah?
Sering kali kita sibuk mempersiapkan menu sahur. Kita sibuk memikirkan takjil. Kita sibuk merencanakan pakaian Idul Fitri.
Namun kita lupa mempersiapkan hati. Kita lupa menyusun target ibadah. Kita lupa membersihkan dosa. Padahal… tidak semua orang akan bertemu Ramadhan tahun ini.
Tahun lalu kita masih bersama orang tua, sahabat, tetangga. Tahun ini sebagian dari mereka sudah di alam kubur. Tahun lalu mereka juga berkata, “Ramadhan sebentar lagi.” Tapi ternyata… itu Ramadhan terakhir mereka.
Lalu bagaimana dengan kita? Apakah Ramadhan ini jaminan untuk kita?
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Ada kisah di zaman Rasulullah ﷺ. Dua sahabat masuk Islam bersama. Keduanya beramal shalih. Salah satunya wafat sebagai syahid. Yang satunya lagi wafat setahun kemudian. Seorang sahabat bermimpi melihat yang wafat belakangan justru masuk surga lebih dulu. Ketika hal itu ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda bahwa yang wafat belakangan telah mendapatkan tambahan satu Ramadhan dan ibadah lebih banyak.
Subhanallah…
Artinya satu Ramadhan saja bisa mengangkat derajat seseorang melebihi syahid.
Lalu bagaimana jika kita bertemu Ramadhan… tapi tidak memanfaatkannya?
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah …
Bagaimana Seharusnya Kita Menyambut Ramadhan?
Pertama : Bertobat dan Menyucikan Hati. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
“Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang sungguh-sungguh (tobat yang sebenar-benarnya).” (QS. At-Tahrim: 8)
Sebelum Ramadhan datang, bersihkan hati kita. Jangan masuk Ramadhan dengan dendam. Jangan masuk Ramadhan dengan dosa yang belum kita tangisi.
Ramadhan bukan hanya menahan lapar, tetapi membersihkan jiwa.
Yang kedua : Menata Niat dan Tekad
Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan. Bukan hanya tradisi keluarga. Ramadhan adalah proyek perubahan diri. Tanya pada diri kita: Berapa kali Ramadhan sudah berlalu? Apa yang berubah dalam hidup kita?
Jika Ramadhan berlalu tapi akhlak kita tetap sama, maka kita belum benar-benar memanfaatkan Ramadhan.
Yang ketiga : Menambah Ilmu Tentang Ramadhan
Puasa bukan hanya menahan makan dan minum. Puasa adalah menjaga lisan, menjaga mata, menjaga hati.
Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“ Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Yang keempat : Melatih Diri Sejak Sekarang
Mulai biasakan: Shalat tepat waktu, Qiyamul Lail walau dua rakaat, Membaca Al-Qur’an setiap hari, Mengurangi dan meninggalkan maksiat kecil.
Karena orang yang tidak terbiasa shalat malam sebelum Ramadhan, biasanya berat melakukannya saat Ramadhan.
Yang kelima : Memaafkan dan Membersihkan Hati
Bagaimana kita ingin diampuni Allah, jika kita belum memaafkan manusia?
Ramadhan adalah bulan ampunan. Jangan masuk Ramadhan dengan hati yang penuh kebencian.
Hadirin yang dirahmati Allah…
Sebagai kesimpulan, perlu kita fahami bersama bahwa: Ramadhan adalah hadiah. Tetapi tidak semua orang mendapatkannya.
Ramadhan adalah kesempatan. Tetapi tidak semua orang memanfaatkannya.
Maka sebelum Ramadhan benar-benar tiba, marilah kita memperbaiki diri. Jangan sampai Ramadhan hanya mengubah jadwal makan kita, tetapi tidak mengubah hati kita. Jangan sampai Ramadhan hanya membuat kita lapar, tetapi tidak membuat kita lebih taat.
Semoga Allah memberi kita umur panjang untuk bertemu Ramadhan. Memberi kita kesehatan untuk menjalankan puasanya. Menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik dalam hidup kita. Dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, mengangkat derajat kita, dan menjadikan kita hamba yang bertakwa.
Amin Ya Rabbal ‘Alamin
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
( الخطبة الثانية )
اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا اَمَرَ، أَشْهَدُ اَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِرغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ…… إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الْجُمُعَةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا : إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكَانُوْا بِهِ يَعْدِلُوْنَ، سَادَاتِنَا أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ سَائِرِ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، اَللّٰهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ المُسْلِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ أَهلِكِ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى وَالْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، اَللّٰهُمَّ اَمِنَّا فِى دُوْرِنَا، وَأَصْلِحْ وُلاَةَ أُمَوْرِنَا، وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلاَيَتَنَا فِمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الغَلاَءَ وَالوَبَاءَ والرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ المُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ…… إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ…



