Kajian Islami
Trending

Khutbah Jum’at Kamis 22 Januari 2026, Membangun Kesabaran di Bulan Sya’ban–Menyiapkan Hati untuk Menjemput Ramadan

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ،  وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا  مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ : فَيَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ : اِتَّقُوا اللهَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Marilah kita meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Jama’ah sholat Jum’at yang dimuliakan Allah….

Segala puji bagi Allah Swt, yang telah menghidupkan kita hingga detik ini, memberikan nikmat yang tak terhitung, dan memberi kita waktu untuk memperbaiki diri. Dia-lah yang menghadirkan ujian bukan untuk menjatuhkan kita, tetapi untuk menguatkan hati dan jiwa kita.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada kekasih kita, Nabi Muhammad Saw, sosok teladan yang kesabarannya menembus langit, yang hatinya penuh cinta kepada umatnya, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga hari kiamat.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Kita kini berada di bulan Sya’ban, bulan yang sering terlupakan di antara kemuliaan bulan Rajab dan Ramadan. Tapi tahukah kita, justru di bulan ini terdapat rahmat yang besar?

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Itulah bulan yang banyak dilalaikan manusia antara Rajab dan Ramadan. Bulan di mana amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam. Dan aku suka saat amalanku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i)

Bulan Sya’ban adalah bulan latihan—latihan untuk hati, jiwa, dan kesabaran. Ia adalah jembatan menuju Ramadan, bulan di mana pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat. Tapi bagaimana kita bisa memanfaatkan Ramadan dengan baik, jika hati kita masih penuh dengan kelalaian? Maka, bulan Sya’ban inilah saatnya untuk mempersiapkan diri, membangun kesabaran, dan memperbaiki hati.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Kesabaran adalah perhiasan hati yang paling berharga. Namun, sering kali kita lupa, bahwa kesabaran bukan hanya tentang menahan amarah, tetapi juga kekuatan untuk terus berjalan ketika hidup terasa berat. Allah Swt berfirman:
وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ * ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٞ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu mereka yang ketika ditimpa musibah berkata, ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.'” (QS. Al-Baqarah: 155-156)

Jamaah yang berbahagia,

Setiap dari kita pasti diuji. Ada yang diuji dengan kehilangan, ada yang diuji dengan kesempitan rezeki, ada pula yang diuji dengan kesehatan atau hubungan dengan orang-orang terdekat.

Tapi, tidakkah kita ingat bahwa setiap tetes air mata yang jatuh karena bersabar, Allah catat sebagai pahala? Setiap kesedihan yang kita telan dengan ikhlas, Allah ganti dengan kebahagiaan yang tak terduga. Rasulullah Saw bersabda:
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ
Sesungguhnya besarnya balasan tergantung pada besarnya ujian. Dan jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka.” (HR. Tirmidzi)

Bayangkan, ketika kita bersabar, itu tanda bahwa Allah mencintai kita. Allah ingin kita lebih dekat kepada-Nya, ingin mendengar doa-doa kita yang tulus keluar dari hati yang rapuh.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Bulan Sya’ban ini adalah waktu yang tepat untuk melatih kesabaran. Kenapa? Karena kesabaran yang kita bangun sekarang akan menjadi bekal saat menjalani Ramadan, bulan penuh tantangan tetapi juga bulan penuh pahala.

Pertama ; Sabar dalam Ketaatan

Bulan Sya’ban adalah saat untuk memperbanyak ibadah. Rasulullah Saw memperbanyak puasa di bulan ini sebagai latihan kesabaran. Menahan lapar dan haus bukan hanya soal fisik, tapi juga soal melatih hati untuk kuat menghadapi godaan.

Kedua ; Sabar Menjaga Lisan dan Hati

Salah satu bentuk kesabaran yang paling sulit adalah menahan diri dari berkata buruk atau menyakiti orang lain. Latihlah diri kita di bulan ini untuk lebih banyak diam daripada berbicara yang sia-sia. Ingat, setiap kata yang keluar dari mulut kita akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.


Ketiga ; Sabar Menghadapi Ujian Hidup

Setiap orang punya masalah. Tapi bagaimana kita menyikapinya? Bulan Sya’ban adalah saatnya untuk merenung dan menerima bahwa ujian adalah bagian dari cinta Allah kepada kita. Jika kita mampu bersabar, Allah akan memberi jalan keluar dari arah yang tidak kita sangka-sangka.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Mari kita renungkan kisah Nabi Ayyub ‘Alaihissalam, seorang nabi yang diuji dengan penyakit yang menggerogoti tubuhnya, kehilangan seluruh hartanya, dan bahkan ditinggalkan oleh sebagian besar orang yang ia cintai. Namun, dalam keadaan yang sangat berat, tak sekalipun beliau mengeluh kepada Allah. Yang keluar dari lisannya hanyalah:
رَبِّ إِنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa musibah, dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.” (QS. Al-Anbiya: 83)

Betapa besar kesabaran Nabi Ayyub, hingga akhirnya Allah memulihkan kesehatannya, mengembalikan hartanya, dan memberinya kebahagiaan yang berlipat ganda. Dari kisah ini kita belajar, sebesar apa pun ujian yang kita hadapi, selalu ada rahmat Allah yang menanti di ujung kesabaran kita.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Akhirnya, sebagai kesimpulan, ketahuilah bahwasanya Bulan Sya’ban adalah hadiah dari Allah. Ia memberi kita waktu untuk memperbaiki diri, membangun kesabaran sebelum memasuki Ramadan.
Untuk itu marilah kita:
1.      Melatih kesabaran dalam ibadah—perbanyak puasa, shalat sunnah, dan dzikir.
2.      Menahan diri dari amarah dan keburukan lisan—jadikan hati kita bersih dari dendam.
3.      Bersabar menghadapi ujian hidup—yakinlah bahwa Allah tidak akan menguji di luar kemampuan kita.

Ingatlah, setiap detik kesabaran yang kita jalani, Allah catat sebagai pahala yang akan kita tuai di akhirat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang sabar dalam ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat, dan sabar dalam menghadapi setiap ujian kehidupan... Amin Ya Rabbal ‘Alamin..
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
( الخطبة الثانية )
 اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا اَمَرَ، أَشْهَدُ اَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِرغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ…… إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الْجُمُعَةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا : إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكَانُوْا بِهِ يَعْدِلُوْنَ، سَادَاتِنَا أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ سَائِرِ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، اَللّٰهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ المُسْلِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ أَهلِكِ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى وَالْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، اَللّٰهُمَّ اَمِنَّا فِى دُوْرِنَا، وَأَصْلِحْ وُلاَةَ أُمَوْرِنَا، وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلاَيَتَنَا فِمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الغَلاَءَ وَالوَبَاءَ والرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ المُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ…… إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ…

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button