

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ : فَيَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ : اِتَّقُوا اللهَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas semua nikmat dan karunia-Nya. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya serta pengikutnya hingga akhir zaman.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Kita jalani hidup ini dengan taat kepada-Nya, karena hanya dengan takwa, hidup kita akan selamat di dunia dan akhirat.
Hari ini kita membahas satu hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita, yaitu: SAKIT. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak pernah merasakan sakit. Ada yang sakit fisik…, Ada yang sakit hati…, Ada yang sakit karena kehilangan…, Ada yang sakit karena tekanan hidup…
Tetapi di balik semua rasa sakit itu, Allah menyimpan pelajaran yang sangat besar untuk kita, yaitu pelajaran tentang SYUKUR.
Ma’asyiral muslimin yang dimuliakan Allah…
Sakit bukan hukuman, tapi panggilan lembut dari Allah. Terkadang kita mengira bahwa sakit adalah bentuk murka Allah. Padahal, Rasulullah Saw bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ … إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa rasa letih, sakit, sedih… kecuali Allah hapuskan dosa-dosanya karenanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa sayang Allah kepada kita…, Sampai-sampai setiap rasa nyeri yang menusuk tubuh, setiap air mata yang jatuh, setiap malam yang tak bisa tidur—semua itu menghapus dosa kita satu per satu.
Muslimin yang dirahmati Allah…
Saat sehat, kita sering lupa bersyukur. Bukankah benar bahwa kita baru menghargai nafas saat dada terasa sesak? Kita baru sadar berharganya tidur ketika kita tak bisa tidur. Kita baru ingat betapa nikmat berjalan ketika lutut mulai lemah. Kita baru ingat nikmat makan ketika mulut tak berselera.
Allah mengingatkan kita:
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
“Jika kalian menghitung nikmat Allah, kalian tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. Ibrahim: 34)
Tetapi manusia… Saat sehat, ia lupa.
Saat diuji, ia tersadar.
Karena itu para ulama mengatakan: “Sakit adalah guru terbaik yang Allah kirim untuk mengajarkan kita arti syukur.”
Hadirin yang dirahmati Allah…
Sakit mengajarkan kita bahwa kita hanyalah hamba yang lemah. Musibah sakit meruntuhkan kesombongan manusia. Ketika tubuh sehat, terkadang kita merasa kuat… merasa bisa melakukan apa saja. Tetapi sedikit saja saraf terganggu, sedikit saja panas naik… kita menjadi lemah. Allah berfirman:
وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا
“ Manusia diciptakan dalam keadaan lemah.” (QS. An-Nisa: 28)
Sakit membuat kita sadar bahwa: Kita butuh Allah, Kita bukan siapa-siapa, Kita tidak bisa hidup tanpa pertolongan-Nya.
Sakit memecahkan kerasnya hati…, Sakit membuat kita kembali berdoa…, Sakit membuat kita kembali dekat kepada Allah…
Karena itu, sahabat Ibn Abbas r.a. berkata:
البَلاءُ يُوقِظُ القُلُوبَ مِنْ غَفْلَتِهَا
“Ujian itu membangunkan hati yang sedang lalai.”
Jamaah Jum’at Yang dimuliakan Allah …
Sakit menghapus dosa dan mengangkat derajat. Ada orang yang ketika ditimpa sakit, ia merasa diperlakukan tidak adil. Padahal Rasulullah Saw menegaskan:
مَن يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ
“ Barang siapa Allah kehendaki kebaikan baginya, Allah timpakan ujian kepadanya.” (HR. Bukhari)
Jika Allah sayang kepada seseorang, Allah ingin menghapus dosa-dosanya sebelum ia meninggal, agar ia bertemu Allah dalam keadaan bersih.
Sakit itu pahit…, Tapi pahit itulah yang membersihkan. Pahit itulah yang mengangkat derajat. Habib Umar bin Hafidz berkata:
اَلْمَرَضُ هَدِيَّةٌ مِنَ اللهِ إِذا صَبَرْتَ وَرَضِيْتَ
“ Sakit adalah hadiah dari Allah, bila engkau sabar dan ridha.”
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah …
Sakit mengajarkan kita arti syukur. Sakit mengajarkan kita bahwa: Nikmat sehat itu mahal, Nikmat tidur itu nikmat, Nikmat makan itu nikmat, Nikmat berjalan itu nikmat, Nikmat mendengar, melihat, bernapas—semuanya nikmat besar dari Allah.
Sakit membuat kita berkata: “Ya Allah… ternyata selama ini aku kurang bersyukur.”
Sakit membuka mata hati lebih banyak daripada seribu nasihat. Karena ketika sakit: Kita lebih dekat kepada Allah, Doa lebih tulus, Hati lebih lembut, Kita ingat kematian, Kita lebih sayang keluarga, Kita lebih menghargai hidup. Dan itulah syukur yang sesungguhnya.
Hadirin yang dirahmati Allah…
Semoga khutbah Jumat yang singkat ini bermanfaat dan bisa diamalkan. Akhirnya mari kita berdoa kepada Allah: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, tutupilah kekurangan kami, sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara kami dan kaum muslimin. Ya Allah, jadikan sakit kami sebagai penghapus dosa, pengangkat derajat, dan penyebab semakin dekatnya kami kepada-Mu. Ya Allah, berikan kami kesabaran saat diuji, rasa syukur saat sehat, dan keridaan terhadap semua ketentuan-Mu. Wahai Tuhan kami, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” Aamiin ya robbal ‘alamin
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
(KHUTBAH KEDUA)
اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا اَمَرَ، أَشْهَدُ اَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِرغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ، أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ …….. إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الْجُمُعَةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا : إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكَانُوْا بِهِ يَعْدِلُوْنَ، سَادَاتِنَا أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ سَائِرِ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، اَللّٰهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ المُسْلِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ أَهلِكِ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى وَالْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، اَللّٰهُمَّ اَمِنَّا فِى دُوْرِنَا، وَأَصْلِحْ وُلاَةَ أُمَوْرِنَا، وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلاَيَتَنَا فِمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الغَلاَءَ وَالوَبَاءَ والرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ المُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ…… إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ…



