Kajian Islami

KHUTBAH JUMAT 5 DESEMBER 2025, PESAN ALLAH DI BALIK UJIAN (Pelajaran dari Ujian di Aceh, Sumut, dan Sumbar)


إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ،  وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا  مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ : فَيَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ : اِتَّقُوا اللهَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas semua nikmat dan karunia-Nya. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya serta pengikutnya hingga akhir zaman.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Kita jalani hidup ini dengan taat kepada-Nya, karena hanya dengan takwa, hidup kita akan selamat di dunia dan akhirat.
Hari-hari ini, negeri kita sedang menangis. Tanah kita bergetar, air meluap, tanah longsor, hujan turun tak henti-henti. Saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sedang menghadapi musibah yang tidak ringan. Banyak rumah rusak, harta hilang, keluarga terpisah, bahkan ada yang kembali kepada Allah lebih cepat dari yang mereka duga. Hati kita ikut terasa sesak. Kita bukan sedang berbicara tentang orang jauh… mereka saudara kita. Mereka satu darah, satu negara, satu agama. Mereka adalah bagian dari tubuh kita.

Jamaah Jum’at Yang dimuliakan Allah …

Ada beberapa hal yang harus kita fahami dalam menyikapi musibah dan ujian ini :

Pertama : Musibah bukan azab, tapi panggilan cinta

Sering kali ketika musibah datang, ada yang berkata: “Mengapa Allah menimpakan ini kepada kita?” Padahal Allah sendiri menjelaskan dalam Al-Qur’an:
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ
Tidak ada musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah.” (QS. At-Taghabun: 11)
Izin itu bukan berarti murka, tapi izin untuk menguatkan, membersihkan, mengangkat derajat. Dalam hadis Nabi Saw:
إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ
“Jika Allah mencintai suatu kaum, Allah menguji mereka.” (HR. Tirmidzi)
Musibah bukan tanda benci…, Musibah adalah tanda bahwa Allah tidak ingin kita jauh dari-Nya.

Yang Kedua : Ujian membuka hati dan menyadarkan kita

Manusia sering lupa ketika hidup lapang. Tetapi ketika bumi bergetar, barulah kita sadar bahwa kekuatan manusia itu sangat kecil. Allah berfirman:
ءَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ
Apakah kalian merasa aman dari Tuhan yang di langit dari ditenggelamkannya bumi?” (QS. Al-Mulk: 16)

Ayat ini bukan menakutkan, tetapi melembutkan hati: Kita selama ini terlalu percaya diri, terlalu sibuk, terlalu yakin bahwa diri kita kuat. Padahal yang maha kuat hanya Allah. Kadang Allah menegur kita bukan untuk menghukum, tetapi agar kita melihat kembali jalan hidup kita. Kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.:
مَا نَزَلَ بَلاءٌ إِلَّا لِذَنْبٍ، وَلَا رُفِعَ إِلَّا بِتَوْبَةٍ
Tidak ada musibah yang turun kecuali karena dosa, dan tidak diangkat kecuali dengan taubat.” Ini bukan tuduhan pada korban musibah—bukan! Ini adalah panggilan agar kita semua memperbaiki diri.

Yang Ketiga : Setiap musibah membawa rahasia kebaikan yang tidak kita lihat

Sungguh, di balik setiap peristiwa pahit ada rencana besar Allah. Sering kali yang kita lihat hanya permukaan—air mata, kehilangan, rasa takut—tapi Allah sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih besar.
Allah Swt berfirman:
فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya banyak kebaikan.” (QS. An-Nisa: 19)
Siapa sangka, dari musibah justru banyak orang yang kembali shalat, kembali berdzikir, kembali lembut hatinya, kembali saling peduli. Karena terkadang Allah mengambil sedikit dari kita… agar kita kembali meminta kepada-Nya.

Yang Keempat : Musibah menguji apakah kita masih peduli?

Inilah saatnya Allah melihat bagaimana hati kita. Apakah kita cuek atau peduli? Apakah kita hanya merasa iba, atau benar-benar membantu? Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرُبَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Barang siapa meringankan kesulitan seorang mukmin, Allah akan ringankan baginya kesusahan di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)
Betapa besar keutamaan membantu saudara kita. “Sedekah yang paling mulia adalah sedekah di saat orang lain sedang membutuhkan.”

Mungkin kita tidak memiliki banyak, tetapi apa pun yang kita berikan—uang, pakaian, tenaga, doa—semua bernilai besar di sisi Allah.

Yang Kelima : Ujian adalah saat terbaik memperbaiki diri

Musibah adalah cara Allah berkata: “ Wahai hamba-Ku, lihatlah hidupmu… perbaikilah sebelum terlambat.”
Perbaiki shalat kita, Perbaiki dzikir kita, Perbaiki sikap kita kepada orang tua dan keluarga, Perbaiki sedekah kita, Perbaiki hati kita yang keras dan mudah marah, Perbaiki hubungan kita dengan Allah. Imam Ghazali berkata: “ Ketika Allah ingin mengangkat derajat seseorang, Allah kirimkan kepadanya ujian yang membuatnya kembali kepada-Nya.”
Maka jangan hanya melihat musibah dari sisi sedihnya… Lihatlah dari sisi kasih sayang Allah yang ingin membawa kita ke tingkat keimanan yang lebih tinggi.

Jamaah Jumat rahimakumulluh

Semoga Allah menjadikan musibah di bumi sumatra dan nusantara ini sebagai jalan turunnya rahmat, turunnya kebaikan, meningkatnya iman, dan menguatnya persaudaraan kita. Semoga khutbah Jumat yang singkat ini bermanfaat dan bisa diamalkan. Aamiin ya robbal ‘alamin
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

(KHUTBAH KEDUA)
 اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا اَمَرَ، أَشْهَدُ اَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِرغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ، أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ  …….. إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الْجُمُعَةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا : إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكَانُوْا بِهِ يَعْدِلُوْنَ، سَادَاتِنَا أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ سَائِرِ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، اَللّٰهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ المُسْلِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ أَهلِكِ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى وَالْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، اَللّٰهُمَّ اَمِنَّا فِى دُوْرِنَا، وَأَصْلِحْ وُلاَةَ أُمَوْرِنَا، وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلاَيَتَنَا فِمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الغَلاَءَ وَالوَبَاءَ والرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ المُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ…… إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ…

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button